Sabar, syukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Top secret (rahasia si Top).
5 hari yang lalu... aku menonton sebuah film yang menarik. Berjudul Top Secret atau The Billionare (film Thailand). Kisah seorang anak SMU bernama Aithipat “Top Ittipat” Kulapongvanich yang kini sukses dengan snack rumput lautnya, Tao Kei Noi.
Saat usia 16, dia adalah pencandu game online. Dan pada saat itu untuk pertama kalinya di melakukan perdagangan senjata dalam game, dengan menjual Dragon Boots senilai 500 SGD atau 12.000 baht atau setara dengan Rp3.636.000,00. Perdangan senjatanya berlanjut hingga dia bisa membeli mobil, komputer, DVD, dsb. Namun kegiatannya itu terhenti, akun gamenya dihapus karena dianggap telah menyalahgunakan akun untuk
tujuan komersial. Sejalan dengan itu, sekolahnya terabaikan dan tak
lulus seleksi PTN.
Dikarenakan dia tidak lulus PTN, ayahnya bersedia untuk membayar kuliah Top di universitas swasta jurusan akuntansi. Tapi, jiwa bisnis Top terlalu tinggi. Sehingga saat usia 17, dia memutuskan untuk menjadi penjual kacang dan berhenti kuliah.
Saat usia 18, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah) sehingga orang tuanya memutuskan pindah ke China namun Top tetap bertekad tinggal di Thai ditemani 'paman'nya yang setia.
Dan di usianya yang 19 tahun, dia memikirkan sebuah pemikiran "Hutan Rimba" dalam bisnis. Dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yang dititipkannya dalam supermarket 7-Eleven. Tidak mudah perjalanannya untuk berhasil menitipkan snacknya itu pada 7-Eleven. Dimulai dengan promosi produknya yang sempat ditolak, membangun pabrik, membuat 72.000 bungkus snack dalam waktu 2 bulan, dan pengiriman barang tetap saja ada rintangannya. Namun pada akhirnya dia berhasil menjual snacknya di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.
2 tahun setelah kerjasama dengan 7-Eleven Top bisa melunasi hutang ayahnya 40 juta baht dan bisa kembali menempati rumah bersama orang tuanya.
Kini di usia 26, Top memiliki 2.500 karyawan. Mengirim produknya ke 6.000 cabang 7-Eleven dan mengekspor camilan rumput lautnya ke 27 negara di dunia. Top telah memiliki perkebunan rumput laut di Korsel. Pendapatan tahun 2010 sebesar 1.500 juta Baht (~ Rp 450 Milyar).
Pesan dari Top Ittipat: "Jangan patah semangat walau apapun yang terjadi, jika kita menyerah, maka habislah sudah".
 |
Top Ittipat 'asli' dengan produk Tao Kae Nai-nya. |