Aku seorang pemimpi. Akulah satu-satunya orang yang membiarkan
sayap-sayap anganku terbang tinggi. Awalnya, aku pikir… kamulah orang
yang menjadi alasan aku berani untuk bermimpi. Setelah aku pikir
kembali, semua yang kamu lakukan itu hanyalah untuk membuatku senang.
Dan aku yang terlalu lemah ini, dengan mudahnya merobohkan benteng
pendirianku. Aku percaya pada setiap kata manismu… Akulah yang salah.
Dan kini, bagaikan dengan satu hembusanmu… kau berhasil membuat
angan-anganku itu terombang-ambing kehilangan keseimbangan, dan kemudian
terjatuh. Dan orang-orang yang menjadi saksi kejadian itu, mengubur
angan-anganku itu kembali ke tanah.
Tapi, tak ada hujan lagi yang
menyertai kejadian itu. Tak ada air mata yang mengalir. Entah mengapa,
apa karena aku sudah lelah ataukah karena aku memang bisa merelakannya?
Mungkin keduanya…
Tapi ini bukanlah sebuah akhir dari kisah kita.
Bagiku, ini adalah awal yang lain untuk memulai hubungan di antara kita.
Kisah yang lalu, aku anggap sebagai pelajaran berharga… dan kau, kau
guru yang handal dalam kisah ini. Terimakasih. Kini, kita mulai lagi
segalanya. Kita mulai dengan rasa sayang yang sama, namun dengan
kepercayaan yang telah sirna…
Kita mulai lagi semuanya dengan prinsipmu, “Kita masih muda, belum
saatnya untuk serius. Senang-senang dulu, nikmati masa ini”… Aku harap,
dengan begitu… aku tidak perlu lagi meneteskan air mataku karenamu. Aku
harap hanya ada senyum ketika melalui ini lagi bersamamu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar