Senin, 06 Mei 2013

Abu-Abu

Aku seorang pemimpi. Akulah satu-satunya orang yang membiarkan sayap-sayap anganku terbang tinggi. Awalnya, aku pikir… kamulah orang yang menjadi alasan aku berani untuk bermimpi. Setelah aku pikir kembali, semua yang kamu lakukan itu hanyalah untuk membuatku senang. Dan aku yang terlalu lemah ini, dengan mudahnya merobohkan benteng pendirianku. Aku percaya pada setiap kata manismu… Akulah yang salah. 

 Dan kini, bagaikan dengan satu hembusanmu… kau berhasil membuat angan-anganku itu terombang-ambing kehilangan keseimbangan, dan kemudian terjatuh. Dan orang-orang yang menjadi saksi kejadian itu, mengubur angan-anganku itu kembali ke tanah. 

Tapi, tak ada hujan lagi yang menyertai kejadian itu. Tak ada air mata yang mengalir. Entah mengapa, apa karena aku sudah lelah ataukah karena aku memang bisa merelakannya? Mungkin keduanya… 

Tapi ini bukanlah sebuah akhir dari kisah kita. Bagiku, ini adalah awal yang lain untuk memulai hubungan di antara kita. Kisah yang lalu, aku anggap sebagai pelajaran berharga… dan kau, kau guru yang handal dalam kisah ini. Terimakasih. Kini, kita mulai lagi segalanya. Kita mulai dengan rasa sayang yang sama, namun dengan kepercayaan yang telah sirna…
 
Kita mulai lagi semuanya dengan prinsipmu, “Kita masih muda, belum saatnya untuk serius. Senang-senang dulu, nikmati masa ini”… Aku harap, dengan begitu… aku tidak perlu lagi meneteskan air mataku karenamu. Aku harap hanya ada senyum ketika melalui ini lagi bersamamu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar